BERDAMAI DENGAN MASA LALU DAN BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Yak, berdamaiii
Berada di semester krisisnya perkuliahan itu rasanya memang perlu banyak berdamai.
Mungkin aku devinisiin berdamai versi aku dulu yak : berdamai dengan memaafkan.
Banyak bagian dari perjalanan kehidupan kita yang menyakitkan sehingga meninggalkan bekas yang tidak mudah untuk kita hilangkan.
Contohnya seperti dihianati oleh orang yang paling kita percaya, dibuat kecewa sama orang yang kita cinta atau pun dicurangi dan bentuk lain yang hati kita nggak mudah buat nerima.
kejadian itu udah lampau, bertahun-tahun yang lalu, tapi di kehidupan sekarang masih saja sekilas terbayang-banyang, nah bayang-bayang yang datang itu kembali menggores luka yang udah pernah sembuh.
Menurutku, kenapa luka itu mudah tergores sehingga kita merasakan sakit itu lagi?
Nah, jawabannya kita belum berdamai.
Orang yang dimasa lalu itu sudah sadar dan minta maaf, secara verbal pun kita sudah memafkan, tapi, diri kita sendiri belum berdamai dengan rasa sakit dan kesalahan yang mereka pernah lakuin.

Seperti hal nya di media sosial ataupun Whatsapp, orang yang kita benci dengan bebasnya kita gunakan vitur blok, kita nggk akan mendapatkan sedikitpun informasi dari akun media sosial nya ataupun story yang dibagikan nya di Whatsapp.
Namun sebenarnya dengan pembatasan itu kita bisa saja membatasi silaturahmi ataupun rezeki yang bisa dititipkan lewat mereka yang kita blok.
Cara aku mulai berdamai dengan membuka blok, aku mulai terbiasa, terkenang sekilas, lalu dihatiku berbisik "sudah lupakan saja itu hanya masa lalu" contoh implementasi berdamai versi aku.

Berdamai juga memberikan kesempatan untuk orang yang pernah menyakiti kita memperbaiki diri mereka menjadi lebih baik.

Tapi nyata nya kita lebih mudah berdamai dengan orang lain dibandingkan berdamai dengan diri sendiri.

Kenapa bisa begitu? 

Karena, orang lain berkesempatan dan berpeluang membuat kesalahan lebih sedikit dibanding diri kita membuat kesalahan atau melakukan hal yang tidak kita senangi terhadap diri sendiri.

Contoh, ketika kamu memiliki target, lantas dirimu sendiri juga yang tidak mampu mewujudkan target itu, nah kamu akan kesal dan marah pada diri mu sendiri.
Seperti deadline menemui dosen pembimbing jika kamu mahasiswa tugas akhir, lama waktu pengerjaan yang ternyata diluar kendali ataupun kejadian yang tak terduga yang kita lewati.
Walaupun sekedar kesalahan sepele yang kamu laluin, kamu ketiduran dan terbagun tiba-tiba udah pagi, atau kamu yang teledor scroll lini masa sosial media sampai tengah malam. 
Hal itulah yang membuat dirimu merasa bersalah pada dirimu sendiri.

Maka dari itu sangat perlu kita berdamai, ya berdamai.

berusaha memahami kondisi diri mu, mempelajari kenapa target itu bisa tidak tercapai, dan memaklumi ternyata kamu ketiduran karena kecapean dengan aktivitas seharian yang berat, kamu belum kelar ngerjain tulisan karena banyak hal yang harus di research ataupun  ternyata tulisan itu butuh waktu lama untuk dikerjakan.

Silahkan berdamailah pada diri sendiri supaya dirimu bisa berjalan dengan baik tanpa harus menyimpan kekesalan pada kepribadian dirimu sendiri.

Mari kita berdamai.

Tentang berdamai ini akan tayang di youtube aku dan media podcast.

Komentar

Postingan populer dari blog ini