PENENTU KEBIJAKAN
Ternyata, perlu banyak pengalaman untuk menyelesaikan masalah.
Masalah yang berdatangan ternyata juga bertujuan untuk kita bisa lebih handal menyelesaikan permasalahan yang lebih besar.
Menjadi bisa dan paham disuatu bidang, tetaplah yang namanya "pengalaman" menjadi inti pokok yang sangat dibutuhkan,
Apalagi menjadi seorang tokoh publik pengambil kebijakan, satu kaki di penjara, 1 kaki bebas bisa saja menjadi resiko nya.
Mempertimbangkan kemaslahatan, yang paling banyak manfaatnya dibandingkan mudharat ternyata itu tidak lah mudah,
1 keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang merupakan suatu kesalahan yang akan menjadi penyesalan yang panjang.
Menjadi seorang pengambil kebijakan adalah seseorang yang pemberani dan juga yang bertanggung jawab memprediksi apa yang terjadi kedepannya.
Tugasnya bukan hanya sampai disana, akan ada rentetan ekor panjang yang ikut dan juga wajib di tuntaskan.
Amanah itu mulia, banyak kemaslahatan jika keputusan yang diambil benar, dan mengambil keputusan yang benar itu perlu jam terbang yang tinggi untuk bisa mendapatkan pilihan yang tepat.
Maka dari itu, sangat lah penting untuk berdiskusi dan memegang landasan teori.
Tak apa unek-unek dikepala harus disampaikan walau terkadang di lobi-lobi dulu supaya bisa disepakati, jika itu adalah keputusan yang paling sedikit mudharatnya.
Tak apa dibenci karena kita memang tidak untuk kepentingan pribadi, tak apa kita butuh berkali-kali diskusi sampai akhirnya teryakinkan bahwa itu adalah jalan terbaik negri.
Detik ini aku terkesima kepada mereka yang mementingkan nurani sebagai manusia, dibandingkan nafsu kepentingan dunia.
Semoga mereka yang sedang berjuang menegakkan kebenaran di luar sana selalu terjaga dan dibersamai oleh Tuhan nya.
-Yesi Nursofia
Komentar
Posting Komentar