Surat Cinta Untuk Ayah
Ayah, disaat ku tulis satu kata ini mataku langsung membendung air mata yang aku tak paham itu artinya apa.
Yah, menjadi dirimu aku yakin itu bukan lah hal yang mudah, yah maafin kakak kalau kakak belum bisa meringankan beratnya pekerjaan ayah, belum bisa memberikan hadiah utuk ayah, belum bisa memberikan sesuatu untuk ayah.
Yah, kakak pandangi foto keluarga kita dalam-dalam, kebahagiaan yang kakak rasakan nggak pernah terbayangkan sebelumnya.
Harapannya kita sama-sama bisa menyaksikan hari bahagia anggota keluarga kita, seperti ayah datang di acara wisuda nya kakak, wisuda S. Farm, wisuda apoteker, wisuda M. Farm maupun gelar doktor.
Yah, ayah pun tau kakak punya cita-cita yang tinggi, pengen jadi orang yang berguna bagi bangsa dengan dedikasi yang nyata, tapi kadang kakak belum telalu kuat dengan pahitnya perjalanan perjuangan yang kakak lalui, rasanya ingin setiap lagkah kakak selalu ada ayah dan emak.
Kakak masih terlalu rapuh, masih terlalu manja dan masih merasa selalu menjadi anak kecil ayah, padahal sebenarnya kakak tidak seharusnya begitu kan yah?
Yah, terima kasih udah selalu suport kakak dan adek, ayah selalu menjanjikan akan selalu mendukung kesuksesan kakak, yang terkadang hal itu membuat kakak semakin yakin kakak bisa.
Ingin rasanya yah kakak ingin menjadi anak rumahan saja, tak perlu kakak menentang jarak yang jauh agar kita bisa selalu bersama, agar kakak bisa merawat ayah, membantu kesulitan yang ayah dapatkan.
Yah, ayah adalah karunia dan nikmat dari Allah yang tak terhingga.
Yah, kakak belum yakin bisa kuat menjalani hari-hari menjadi dewasa yah, tapi kakak akan terus belajar, kakak membaca buku dan berusaha memahami kehidupan yang sebenarnya.
Semoga ayah selalu diberi kesehatan, umur yang panjang dan selalu diberi kebahagiaan, semoga allah selalu dilindungi dan setiap perjalanan ayah diberkahi.
Teruntuk ayah ku tercinta
Budi Syofyan
Komentar
Posting Komentar